Ternyata ini yang terjadi pada persik kediri

Almari itu berdiri ”angkuh” di ruangan tamu. Di muka pintu masuk. Seperti akan menyampaikan kabar pada siapa juga yang hadir mengenai cerita kejayaan Persik Kediri.

Di almari itu tersimpan rapi piala-piala yang pernah dicapai kesebelasan berjuluk Macan Putih itu. Yang paling keren pasti dua piala pemberi tanda Persik juara Liga Indonesia.

Gelar yang direngkuh team yang bertempat di pinggir Kali Brantas itu pada musim 2003 serta 2006. Di almari itu tersimpan dua piala juara persaingan kelas ke-2 yang didapat oleh Persik pada musim 2002 serta 2019.

Ada juga piala juara Liga 3 musim 2018 serta lima simbol dominasi juara Piala Gubernur Jawa Timur. Dengan Persela Lamongan, Persik tertera jadi pengoleksi gelar paling banyak Piala Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga: Bruno Matos ditepikan Persija, Klub Thailand dan Malaysia minatinya

Serta, piala-piala itu terbanyak dicapai Persik dalam tenggang 2002 sampai 2008. Waktu saat team dari Kota Tahu itu demikian disegani di belantika sepak bola Indonesia.

”Kami letakkan di sini jadi pemberi tanda untuk kembali kenang kedahsyatan Persik. Bagaimana juga, kami tidak patut serta tidak bisa melupakannya,” kata CEO Persik Subiyantoro.

Serta, almari itu tempati satu diantara ruangan di Mes Persik yang berada di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Kediri. Mes yang bersatu dengan kantor Persik. Kantor tempati sisi depan kiri mes.

Sedang disamping kanan ada ruangan pertemuan pemain. Dua ruang itu mengapit ruangan tamu tempat almari penyimpan piala-piala berdiri.
Di belakang ruangan-ruangan itu baru ada enam kamar yang memiliki ukuran besar, tempat punggawa Persik beristirahat. Dibagian lebih belakang ada ruangan makan, tempat beribadah, serta ruangan masak.

”Kami menyengaja menjadikan satu mes pemain serta kantor supaya pemain serta pengurus lebih bersatu. Demikian pula dengan piala ini, keberadaannya untuk jaga spirit kami,” jelas Toro, panggilan Subiyantoro.

Mes Pemain serta kantor itu adalah ”tempat baru”. Hampir sembilan tahun ini mes pemain beralih dari tempat lama yang memiliki jarak 100 mtr. di timur mes baru.

Baca Juga: Mengapa tidak Rashford yang menendang penalti

Mes tempat beberapa pemain yang dahulu mengantar Persik memenangkan Liga Indonesia musim 2003 serta 2006 sudah bersalin rupa jadi kantor Tubuh Pengendalian Keuangan serta Asset Wilayah (BPKAD) Kediri.

Tidak hanya Stadion Brawijaya, Kediri, yang tidak banyak beralih, di almari tempat menaruh piala-piala itu jejak narasi kejayaan Persik masih dapat didapati. Karena, Sekretariat Persik di Jalan Diponegoro serta mes pemain yang lama telah bertukar peranan.

Satu jejak kejayaan Persik yang lain, perumahan pemain Persik di Dadapan, Kecamatan Pesantren, Kediri, selekasnya dialih-fungsi jadi tempat pertanian. Diambil dari liputan6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s